Widya, Luci dan Kata Hati

“Are you okay?” Widya mengernyitkan dahi. Ia tak mengerti maksud pertanyaan Luci. “Wid, are you okay?” Luci mengulangi pertanyaannya. “Ada apa sih, Ci? Kok lo tiba-tiba nanya begitu? Nanya di sini lagi. Di sebuah saung yang dikelilingi air jernih dan langit biru saat kita akan menyantap ikan bakar.” Luci menarik napas panjang. Diraihnya sepasang tangan Widya, “Widya Darling… ,” degup jantung Widya berhenti sesaat. Sahabat … Continue reading Widya, Luci dan Kata Hati

Tuam dan Anggrek yang Hilang

Mereka menyebutku Tuam. Beberapa mengakui bahwa nama julukanku mengingatkan mereka pada sebuah kota yang terletak di negara Irlandia. Menurut referensi yang pernah kubaca, nama kota tersebut berasal dari kata dalam bahasa Latin tumulus. Batu nisan. Serupa batu nisan, bentukku beraneka ragam sesuai keperluan pekerjaan. Aku kadang menjelma sel-sel mikroskopis yang mendiami tubuh manusia untuk waktu tertentu sebelum membawa rohnya pergi bersamaku. Aku bisa juga datang … Continue reading Tuam dan Anggrek yang Hilang

CBSA Celoteh Bunda untuk Sang Anak

Kepada Anakku yang Tak Akan Pernah Kulahirkan, Maafkan aku jika aku tak pernah merencanakan keberadaanmu selama ini. Bukan maksudku untuk bersikap posesif dan menjadikan Ayahmu milikku seorang. Bukan pula maksudku untuk bersikap egois dan menghabiskan seluruh penghasilanku untuk menjelajahi seluruh penjuru dunia sendirian. Nak, saat kuketikkan surat ini, entah sudah berapa tali silahturami terputus hanya karena artikel yang tersebar online. Saat kata-kata ini mulai bermunculan … Continue reading CBSA Celoteh Bunda untuk Sang Anak

Jodohku Terhalang Penjual Kerupuk

Jodoh tak akan pergi jauh ke mana, apalagi saat jodohmu bertubuh semampai (semeter limapuluh jika sedang melambai). Sungguh, tak banyak jumlah meter yang bisa Si Ayang tempuh dalam setengah jam menunggu diriku yang terlambat menjemput. Toh Si Ayang ini bukan atlet lari. Lima, sepuluh, lima belas menit sudah aku tiba di tempat penjemputan, batang hidungnya kunjung kelihatan. Aku mulai celingak-celinguk. Mau telepon atau mengirim pesan … Continue reading Jodohku Terhalang Penjual Kerupuk

Meniti Jejak Alexa di Anjani

“Masih kuat, Lex?” pertanyaan Berto segera membawa Alexa kembali pada kesadaran. “Masih kuatkah aku?” batinnya sembari masih termangu. Udara sekitar sangat tipis dan kering. Alexa menghentikan langkah untuk mengejar napasnya. Perjalanan dari Plawangan Sembalum menuju puncak Anjani sungguh menguras energi. Ia telah berjalan kaki selama tiga jam hanya untuk melewati tanjakan beralaskan batu kerikil dan pasir halus sejauh tiga kilometer. Ia mengangkat wajah untuk menghirup … Continue reading Meniti Jejak Alexa di Anjani